Santo Valentinus dari Roma (Valentine of Rome) adalah seorang Imam (kemungkinan besar seorang uskup) dan dokter yang berasal dari kota Roma. Ia menjadi martir karena menentang perintah kaisar Klaudius II yang melarang menerimakan sakramen pernikahan bagi pasangan Kristen. Valentinus ditangkap, dipenjarakan, lalu disiksa dan dihukum mati dengan cara dipenggal. Kemartiran Santo Valentinus, yang hari pestanya kini dikenal sebagai “Valentine Day” atau hari kasih sayang sedunia, terjadi pada tahun 269 di Via Flaminia Roma.

Pesta untuk santo Valentinus ditetapkan pada setiap tanggal 14 februari oleh Paus Gelasius I. Tanggal 14 Februari, yang pada masa pra-Kristen adalah hari untuk menghormati dewi cinta bangsa Romawi kafir, telah dirubah dan dikuduskan oleh Gereja menjadi perayaan untuk memperingati Santo Valentinus, seorang martir yang gugur membela Cinta kasih dalam wujud Sakramen Pernikahan yang kudus. Pada masa itu, Pesta santo Valentinus akan dirayakan dengan menerimakan sakramen perkawinan bagi banyak pasangan yang sudah dinyatakan siap. Banyak cinta akan disatukan dalam janji suci perkawinan dan banyak pasangan muda memasuki hidup baru. Banyak pesta akan digelar dengan meriah diseluruh penjuru kota Roma.

Saat ini, pesta santo Valentinus telah menjadi sekular. Saint Valentine Day juga telah dimaknai serta dirayakan dengan cara yang sangat berbeda oleh berbagai kalangan, khususnya oleh kalangan diluar Gereja Katholik.

TK Strada Santa Anna juga tak ketinggalan dalam merayakan hari kasih sayang ini. Valentine’s Day diperingati dengan doa bersama di aula. Anak-anak baik kelas A maupun kelas B mengikuti ibadat hari valentine dengan sukacita, terlebih lagi setelah selesai ibadat dilanjutkan dengan tukar kado. Acara tukar kado ini diatur sedemikian rupa sehingga semua anak dari 3 kelas A dan 3 kelas B mendapatkan bagian masing-masing.


Tak lengkap rasanya jika hari valentine tidak disertai dengan adanya kartu ucapan kasih sayang untuk orangtua. Setelah ibadat dan tukar kado selesai, semua anak kembali ke kelas masing-masing untuk membuat kartu ucapan. Kartu yang akan dihias telah disiapkan oleh guru kelas sehari sebelumnya, lengkap dengan bentuk hati/love berwarna merah muda. Anak-anak menghias kartu masing-masing dengan gembira dan seolah tidak sabar untuk segera memberikan pada orangtuanya di rumah.

Selain kegiatan bersama anak, para guru dan karyawan juga merayakan Valentine’s Day setelah anak pulang sekolah. Kegiatan diisi dengan doa bersama dan tukar kado antar guru dan karyawan.

Semoga kegiatan sederhana ini semakin menguatkan kebersamaan satu sama lain dalam kasih Kristus seturut teladan Santo Valentinus. Tuhan memberkati. Salam AMDG!

Sumber : Katakombe.Org

Sebarkan artikel ini